Jika Anda telah berusaha mendekat kepada Allah
dan sesuai Sunnah Nabi -shollallohu alaihi
wasallam- bukan berarti UJIAN, cobaan, dan
musibah tidak akan menimpa.
Jika sudah demikian, lalu ujian musibah menimpa,
maka tetaplah teguh, dan BERBAIK SANGKALAH
kepada Allah. Ingat selalu firman-Nya:
“‘Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan
dibiarkan untuk mengatakan, kami telah beriman
TANPA diuji?!
Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum
mereka, sehingga Allah benar-benar tahu orang-
orang yang tulus dan orang-orang yang dusta”. [Al-
Ankabut: 2-31.
Ingat pula Sabda Nabi -shollallohu alaihi
wasallam-:
“Manusia yang paling berat cobaannya adalah para
nabi, kemudian orang yang paling baik
(setelahnya), lalu orang yang paling baik
Maka siapa yang agamanya berbobot, cobaannya
juga berat. Siapa yang agamanya lemah, cobaannya
juga ringan.
Dan sungguh seseorang akan terus ditimpa cobaan,
hingga dia berjalan di tengah-tengah manusia
tampa dosa sedikitpun”. [Shohihul Jami: 993].
Jangan lupa juga perkataan Syeikh Abdul Qodir
Jaelani-rohimahulloh-:
“Wahai anak kecilku, sungguh musibah itu datang
BUKAN untuk membinasakanmu, namun dia
datang untuk menguji kesabaran dan imanmu.
Wahai anak kecilku, cobaan itu (ibarat) hewan
buas, dan hewan buas itu tidak mau memangsa
bangkai”. [Zadul Ma’ad, Ibnul Qoyyim, 4/178].
Oleh karena itu, semakin tinggi agama kita,
semakin kita butuh berdoa untuk keteguhan iman
kita, sebagaimana dicontohkan Nabi-shollallohu
alaihi wasallam.