Hirah itu mudah.
Yang sulit istiqomahnya.
Banyak orang yang sudah berhijrah kemaren, tapi
keesokannya kembali seperti dulu.
Karena apa? Nggak istiqomah.
Hi¡rah itu bukan usaha untuk membanding-
bandingkan dirimu lebih baik dari orang lain.
Bukan!
Tapi usaha untuk menjadi lebih baik dari dirimu
sebelumnya (dirimu yang dulu di masa gelap) Yah,
itu hijrah!
Banyak yang diuji dalam proses hijrahnya. Kita
akan merasa goyah. Apalagi jika sudah sampai
menyinggung harga diri dan melukai hati.
Namun, sesungguhnya di situlah keteguhan hatimu
saat diuji, wahai ukhty.
Jangan merasa asing dengan prinsip hebat yang
telah kita pegang. Istiqomahlah!
“Ya Mugallibal quluub tsabbit qalbi a’ala diniik.
Wa’ala tho’atik”
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati,
teguhkanlah hatiku di atas AgamaMu. Ya Ilahi
Robbi.”